Langsa — RSU Cut Meutia Langsa PT CMN kembali menegaskan komitmen dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat pentingnya pencegahan penyakit menular. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan secara langsung kepada pasien dan pengunjung di Poliklinik Rawat Jalan, Rabu (07/01/2026).
Edukasi kesehatan ini disampaikan oleh dr. Ghaskhan Shah Ghanar dengan materi mengenai penyakit diare. Dalam paparannya, dr. Ghaskhan menjelaskan terkait pengertian diare, gejala yang menyertainya, penyebab, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi di tengah masyarakat dan perlu diwaspadai. Penyakit ini ditandai dengan buang air besar encer atau berair lebih dari tiga kali dalam sehari, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, maupun parasit. Secara medis, diare dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari dan diare kronis yang berlangsung lebih dari 14 hari.
Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan yang serius.
Berbagai faktor dapat memicu terjadinya diare. Selain infeksi bakteri, virus, dan parasit, diare juga dapat disebabkan oleh alergi makanan, intoleransi laktosa, hingga penyakit kronis tertentu seperti kanker usus.
Risiko diare meningkat pada individu yang mengonsumsi makanan atau minuman tidak higienis, tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air besar, serta pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Faktor lingkungan, seperti sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih, turut memperbesar risiko terjadinya diare.
Selain buang air besar encer, penderita diare umumnya mengalami keluhan lain berupa perut kembung, kram atau nyeri perut, mulas, mual, muntah, demam, sakit kepala, hingga sulit menahan buang air besar. Apabila tidak ditangani dengan baik, diare dapat menyebabkan dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh yang berlebihan.
Dehidrasi ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut dan kulit kering, pusing, tubuh terasa lemas, serta penurunan frekuensi buang air kecil dengan warna urine yang lebih gelap dan pekat. Kondisi ini dapat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memastikan makanan diolah hingga matang sempurna, mengonsumsi air minum yang aman dan telah dimasak, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayi. Dengan kewaspadaan dan pencegahan yang tepat, risiko terjadinya diare dapat diminimalkan sehingga kesehatan keluarga tetap terjaga.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini RSU Cut Meutia Langsa PT CMN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan diare sejak dini. Dengan peningkatan pengetahuan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten, diharapkan angka kejadian diare dapat ditekan serta kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat.
Penulis : yos Tag : PT CMN, RSU CUT MEUTIA, KLINIK CUT MEUTIA, KOTA LANGSA, ACEH